18

Alasan Saya Masuk Departemen KIMIA

Posted by SITY ADHITIA SARMAN SITY ADHITIA SARMAN on November 23, 2010 in Uncategorized |

Perkembangan Ilmu Kimia

Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat). Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi. Menurut Democritus = setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom. Menurut Aristoteles = materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara danapi.

Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia. Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat. Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778).

Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.

Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.

Definisi

Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.

Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang : Susunan materi = mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut. Struktur materi = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan. Sifat materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut. Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru). Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.

(http://www.chem-is-try.org/)

Menurut pendapat saya kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahannya. Semua di bumi ini beserta isinya berhubungan dengan kimia. Kemudian begitu pula dengan khalifahnya dalam kehidupan sehari-hari terikat dengan kimia. Apapun itu pasti ada hubungannya dengan kimia, begitu pula tutur kata guru SMA saya. Di lihat dari sisi itulah saya berpikir bahwa kimia itu sepertinya mengasikan, mempelajari sesuatu yang sangat menarik. Maka dari itu saya mulai tertarik terhadap kimia semenjak saya duduk di bangku SMA. Pandangan saya sendiri tentang kimia adalah seru, tidak ada beban sedikit pun dalam menjalankanny. Sehingga timbullah rasa suka dalam pelajaran ini, sehingga nilai terbagus waktu SMA adalah kimia.

Wow! Betapa luas dan mendasarnya ilmu kimia!

Adalah sangat menggelikan apabila kita sering mendengar terjadinya kesalahpahaman tentang ilmu kimia bahkan untuk hal yang mendasar sekalipun. “Dijual: produk bla-bla-bla yang bebas bahan kimia”, padahal pada kenyataannya produk tersebut juga mengandung bahan kimia yang merupakan komponen dasar kehidupan yaitu air yang dalam bahasa kimianya disebut H2O.

Kesalahan siapakah jika terjadi hal seperti ini? Ternyata ketidakpedulian masyarakat terhadap kimia telah terbentuk sedemikian rupa sehingga terjadi hal semacam ini. Selain itu, image negatif mengenai ilmu kimia semakin memperparah suasana. Kimia dihubungkan dengan segala sesuatu yang mengerikan, merusak, dan berbahaya. Adanya peristiwa-peristiwa pengeboman di Jakarta menambah image negatif tersebut. Karena pada kenyataannya, bom tak lepas dari terlibatnya reaksi kimia.

Hal-hal positif mengenai ilmu kimia telah dilupakan masyarakat. Padahal kimia telah menolong kehidupan dan peradaban manusia sehingga mempermudah manusia melakukan aktivitasnya. Berbagai jenis produk kebutuhan sehari-hari dihasilkan dengan melibatkan proses-proses kimia. Bahkan tempe makanan asli Indonesia juga dihasilkan dari proses kimia.
(http://www.kimianet.lipi.go.id/)

Ketika kelas XII, ada teman yang bercerita tentang pertamina lalu saya tertarik ingin sekali bekerja di situ alasannya lulusan kimia yang dibutuhkan. Sehingga membulatkan tekad untuk mengambil sarjana kimia. Mencoba-coba saja ikut USMInya IPB dan memilih jurusan kimia pada pilihan pertama. Alhamdulillah ternyata saya masuk kimia di IPB. Sebelumnya saya tidak menyangaka bisa lolos. Saya sangat bersyukur masuk ke jurusan yang saya senangi. Puji syukur selalu saya ucapkan kepada Allah SWT. Selain itu, alasan lain saya adalah senang bekerja di laboratorium, mencari hal-hal yang baru tentang keilmiahan. Saya ingin menjadi seorang analisis atau dalam bidang farmasi atau apapun yang ada hubungannya dengan keahlian saya. Target ingin bisa bekerja di Pertamina, LIPI, BPOM.

Saya melihat kebutuhan akan tenaga kerja Kimia Analisis terus meningkat seiring dengan perkembangan industri di Indonesia, sehingga dunia usaha baik pemerintah maupun swasta makin membutuhkan keahlian tersebut di Indonesia.

Gambaran tersebut menunjukkan baik pemerintah maupun masyarakat / swasta perlu menambah daya tampung Perguruan Tinggi khususnya pada bidang Kimia Analisis program diploma sebagai dasar dari IPTEK sehingga jumlah kelulusannya sesuai dengan kebutuhan pasar industri (link and match).

(http://unisys.uii.ac.id/index.asp?u=231&b=I&v=1&id=2)

Referensi lain saya adalah :

http://id.wikibooks.org/wiki/Wikibooks:Rak_buku_kimia

http://oke.or.id/tag/kimia/

Copyright © 2010-2015 sityas09's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.